Studi Potensi Integrated Farming Agrofishery dalam Meningkatkan Produktivitas Tanaman Kedelai (Glycine max L.)

Authors

  • Andi Safitri Sacita Universitas Cokroamioto Palopo
  • Muhammad Naim Universitas Cokroaminoto Palopo
  • I Nyoman Arnama Universitas Cokroaminoto Palopo

Keywords:

Agrofishery, Air Budidaya Ikan Lele, Pupuk Organik Cair, Tanaman Kedelai

Abstract

Agrofishery merupakan salah satu bentuk pertanian terpadu yang mengintegrasikan antara budidaya ikan dengan tanaman. Air budidaya perikanan umumnya tidak dimanfaatkan dan menjadi limbah. Sementara itu, tanaman kedelai merupakan tanaman yang rentan terhadap kekeringan karena umumnya dibudidayakan di lahan kering sehingga memerlukan pengelolaan air untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Integrasi budidaya ikan lele dengan tanaman kedelai dapat memanfaatkan limbah air budidaya ikan (ABI) untuk meningkatkan produktivitas tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – September 2024 di dalam greenhouse menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 12 unit percobaan. Perlakuan tersebut antara lain, P0: kontrol (tanpa perlakuan), P1: pupuk NPK, P2: ABI dengan pakan pellet, P3: ABI dengan pakan pellet + azolla. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air budidaya ikan lele memberikan pengaruh yang sangat berbeda secara signifikan berdasarkan hasil uji statistik pada parameter jumlah polong isi, bobot basah polong, dan bobot kering polong. Sementara pada parameter jumlah polong hampa dan jumlah polong total tidak berbeda signifikan. Pemberian air budidaya ikan lele memberikan pengaruh terbaik terhadap produktivitas tanaman kedelai dan tidak berbeda nyata dengan pemberian pupuk kimia.

 

Downloads

Published

2025-06-28

Issue

Section

Articles