Wanatani
https://pusdig.web.id/wanatani
<p><strong>Wanatani</strong> is a scientific journal published by <em><strong>Pustaka Digital Indonesia</strong></em>. Jurnal Wanatani is a journal that publishes research articles, review articles, and research notes related to agricultural in both Bahasa and English. The published fields consist of plant cultivation, plant breeding, plant ecophysiology, seed science, land agriculture, post-harvest, plant pests and diseases, weeds, agricultural technology, and agricultural biotechnology.</p>Pustaka Digital Indonesiaen-USWanatani2808-7704<p>By submitting the article/manuscript of the article, the author(s) agree with this policy. No specific document sign-off is required.</p> <h3>License</h3> <p>The use of the article will be governed by the Creative Commons Attribution license as currently displayed on <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/" target="_blank" rel="license noopener">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a>.</p> <h3>Author(s)' Warranties</h3> <p>The author warrants that the article is original, written by the stated author(s), has not been published before, contains no unlawful statements, does not infringe the rights of others, is subject to copyright that is vested exclusively in the author and free of any third party rights, and that any necessary written permissions to quote from other sources have been obtained by the author(s).</p> <h3>User/Public Rights</h3> <p>Under the Creative Commons license, users are allowed to copy, distribute, display, and perform the work. Users will also need to attribute authors on distributing works in the journal and other media of publications. Unless otherwise stated, the authors are public entities as soon as their articles got published.</p> <h3>Rights of Authors</h3> <p>Authors retain all their rights to the published works, such as (but not limited to) the following rights;</p> <ul> <li class="show">Copyright and other proprietary rights relating to the article, such as patent rights,</li> <li class="show">The right to use the substance of the article in own future works, including lectures and books,</li> <li class="show">The right to reproduce the article for own purposes,</li> <li class="show">The right to self-archive the article,</li> <li class="show">The right to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the article's published version (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.</li> </ul> <h3>Co-Authorship</h3> <p>If the article was jointly prepared by more than one author, any authors submitting the manuscript warrants that he/she has been authorized by all co-authors to be agreed on this copyright and license notice (agreement) on their behalf, and agrees to inform his/her co-authors of the terms of this policy. The journal will not be held liable for anything that may arise due to the author(s) internal dispute. The journal will only communicate with the corresponding author.</p> <h3>Royalties</h3> <p>Being an open accessed journal and disseminating articles for free under the Creative Commons license term mentioned, author(s) aware that the journal entitles the author(s) to no royalties or other fees.</p> <h3>Miscellaneous</h3> <p>The article will be published in the journal if the article’s editorial process is successfully completed. The editors may modify the article to a style of punctuation, spelling, capitalization, referencing, and usage that deems appropriate. The author acknowledges that the article may be published so that it will be publicly accessible and such access will be free of charge for the readers.</p>Pengaruh Digital Marketing terhadap Keputusan Pembelian Konsumen di Coffee Shop Little Story Kota Palopo
https://pusdig.web.id/wanatani/article/view/376
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh digital marketing terhadap keputusan pembelian konsumen di Coffee Shop Little Story Kota Palopo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Teknik pengumpulan data ini dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Hasil Penelitian yang dilakukan di Coffee Shop Little Story Kota Palopo menunjukkan bahwa nilai R square sebesar 0,410 yang berarti sebanyak 41% variabel facebook, instagram, dan tiktok berpengaruh terhadap pembelian di coffee shop little story Kota Palopo dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan uji F, diperoleh tabel ANOVA dengan nilai F<sub>hitung </sub>(21,561) > F<sub>tabel </sub>(3,094) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti variabel independen berpengaruh positif terhadap variabel dependen. Kemudian berdasarkan hasil uji T, variabel facebook memiliki nilai signifikansi 0,027, variabel instagram 0,000, serta variabel tiktok 0,000. Sehingga seluruh variabel independen berpengaruh secara parsial dan signifikan karena lebih kecil dari 0,05.</p>Aswitayani AswitayaniAbdul RaisSafaruddin Safaruddin
Copyright (c) 2026 Aswitayani Aswitayani, Abdul Rais, Safaruddin Safaruddin
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-08-082026-08-0862839510.51574/wanatani.v6i2.376Kinerja Kemitraan yang Telah Dibangun Antara CV Volva Indonesia dengan Mitra Petani Jamur
https://pusdig.web.id/wanatani/article/view/809
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja kemitraan yang telah dibangun antara CV Volva Indonesia dengan petani mitra jamur serta merancang model pengembangan kemitraan untuk meningkatkan efektivitas kerja sama. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model evaluasi CIPP <em>(Context, Input, Process, Product)</em>. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi yang melibatkan pihak perusahaan CV Volva Indonesia dan petani mitra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kemitraan berada pada kategori cukup efektif, ditandai dengan adanya kerja sama yang telah berjalan, namun masih ditemukan kelemahan pada aspek kesepakatan kerja sama yang belum memiliki perjanjian, pengelolaan pasokan baglog yang belum terjadwalkan, monitoring dan pembinaan kepada petani mitra yang belum konsisten. Untuk meningkatkan kinerja menjadi efektif, dirancang model pengembangan kemitraan melalui penyusunan perjanjian kerja sama secara tertulis, penetapan standar operasional prosedur (SOP), pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala, penjadwalan pasokan baglog yang terstruktur, serta pemberian pendampingan dan pembinaan kepada petani mitra. Model tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi, meningkatkan kepastian kerja sama, menjaga kontinuitas pasokan baglog, dan mengurangi potensi loss revenue sehingga tercipta kemitraan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.</p>Gustoro Dwi PrayogaSetyo RahyunantoRetna Dewi Lestari
Copyright (c) 2026 Gustoro Dwi Prayoga, Setyo Rahyunanto, Retna Dewi Lestari
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-08-082026-08-08629610610.51574/wanatani.v6i2.809Respon Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah Terhadap Aplikasi Limbah Cangkang Kemiri dan Pupuk Organik Cair Dalam meningkatkan Produksi Umbi
https://pusdig.web.id/wanatani/article/view/850
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (<em>Allium ascalonicum</em> L.) terhadap aplikasi limbah cangkang kemiri dan pupuk organik. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali, sehingga diperoleh 24 unit satuan percobaan. Perlakuan terdiri atas P0 (kontrol/tanpa perlakuan), P1 (Limbah cangkang kemiri 50 ml + pupuk organic cair 50 g), P2 (Limbah cangkang kemiri 100 ml + pupuk organic cair 100 g), P3 (Limbah cangkang kemiri 150 ml + pupuk organic cair 150 g), P4 (Limbah cangkang kemiri 200 ml + pupuk Organik cair 200 g), dan P5 (Limbah cangkang kemiri 250 ml + pupuk Organik cair 250 g). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot basah, dan bobot kering umbi. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (uji F) dan apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian cangkang kemiri dan pupuk organik memberikan pengaruh terbaik pada perlakuan P5 untuk parameter tinggi tanaman (23,63 cm) dan jumlah daun (19,63 helai), perlakuan P3 untuk jumlah anakan (7,00), serta perlakuan P4 untuk bobot basah (45,20 g) dan bobot kering umbi (35,48 g). Perlakuan P0 (kontrol) menunjukkan hasil terendah pada seluruh parameter pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian cangkang kemiri dan pupuk organik mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah, dengan dosis optimal yang berbeda untuk setiap parameter yang diamati.</p>Eka SudartikAndi Bonewati
Copyright (c) 2026 Eka Sudartik, Andi Bonewati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-08-092026-08-096210711610.51574/wanatani.v6i2.850Respon Pertumbuhan Bibit Sambung Pucuk Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L.) Klon ICCRI 09 dengan Pemberian Kotoran Ayam dan Arang Sekam Padi
https://pusdig.web.id/wanatani/article/view/854
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan bibit sambung pucuk tanaman kakao dengan pemberian kotoran ayam dan arang sekam padi dan dosis pupuk kandang kotoran ayam dan arang sekam padi yang efektif terhadap pertumbuhan sambung pucuk tanaman kakao. Penelitian ini dilaksanakan dilahan percobaan II Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo, Jalan Lamaranginang, Kelurahan Salobulo, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, pada bulan Februari sampai April 2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan 4 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Taraf yang digunakan antara lain ialah P0 (Kontrol), P1 (Pemberian kotoran ayam 300gr dan arang sekam padi 400 gr/ polybag), P2 (pemberian kotoran ayam 350gr dan arang sekam padi 350 gr/ polybag), P3 (pemberian kotoran ayam 400gr dan arang sekam 300 gr/ polybag), P4 (pemberian kotoran ayam 450gr dan arang sekam padi 250 gr/ polybag), P5 (pemberian kotoran ayam 500gr dan arang sekam padi 200 gr/ polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kotoran ayam dan arang sekam padi terhadap pertumbuhan bibit sambung pucuk tanaman kakao <em>(Theobroma cacao </em>L.<em>)</em> klon ICCRI 09 tidak berpengaruh nyata terhadap setiap parameter pengamatan yaitu hari munculnya tunas, tinggi tunas, jumlah daun, lebar daun dan panjang daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kotoran ayam dan arang sekam padi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit kakao klon ICCRI 09. Namun, perlakuan P2 (350 g kotoran ayam + 350 g arang sekam/polybag) memberikan hasil terbaik pada tinggi tunas, lebar daun, dan panjang daun, sedangkan P1 (300 g kotoran ayam + 400 g arang sekam/polybag) terbaik pada hari muncul tunas dan jumlah daun. Hal ini karena penyerapan unsur hara pada tanaman bibit kakao belum terserap secara maksimal.</p>Muhammad NaimRahmawasiah RahmawasiahFiriyana Sambo Kayang
Copyright (c) 2026 Muhammad Naim, Rahmawasiah Rahmawasiah, Firiyana Sambo Kayang
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-08-112026-08-116211712810.51574/wanatani.v6i2.854Pengaruh Kenaikan Harga Kakao terhadap Perubahan Sosial Petani di Desa Sumabu Kabupaten Luwu
https://pusdig.web.id/wanatani/article/view/580
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kenaikan harga komoditas kakao terhadap dampak sosial petani di Desa Sumabu Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian ini sebanyak 20 petani kakao yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi (R<sup>2</sup>) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan harga kakao memberikan dampak positif terhadap kondisi sosial-ekonomi petani, terutama dalam peningkatan pendapatan, kesejahteraan keluarga, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan. Namun demikian, kenaikan harga kakao juga menimbulkan dampak sosial negative berupa meningkatnya pencurian hasil panen, konflik antarpetani, serta kecemburuan sosial akibat ketimpangan pendapatan antara petani besar dan petani kecil. Hasil analisis menunjukkan bahwa kenaikan harga kakao memiliki hubungan positif terhadap dampak sosial petani meskipun pengaruhnya tidak signifikan secara statistik. Dengan demikian, kenaikan harga kakao tidak hanya memengaruhi aspek ekonomi, tetapi juga berdampak terhadap dinamika sosial masyarakat pedesaan.</p>Nurul AinulSri Hastuty SarumanSafaruddin Safaruddin
Copyright (c) 2026 Nurul Ainul, Sri Hastuty Saruman, Safaruddin Safaruddin
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-08-212026-08-216212913910.51574/wanatani.v6i2.580Analisis Perbandingan Nilai Tambah Kopi Natural Proses di KSU Gapoktan Segar dengan Wine Proses di Kopi Wonogiri
https://pusdig.web.id/wanatani/article/view/790
<p>Penelitian ini bertujuan membandingkan nilai tambah, biaya produksi, dan kelayakan usaha antara metode <em>natural process</em> yang diterapkan KSU Gapoktan Segar (Kopi Ndorog, Robusta) dengan metode <em>wine process</em> yang diterapkan Kopi Wonogiri (Arabika). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan studi kasus, melibatkan empat informan kunci melalui wawancara terstruktur dan observasi, serta data sekunder dari BPS dan survei e-commerce. Analisis dilakukan dengan metode Hayami untuk mengukur nilai tambah, serta R/C <em>Ratio</em> dan <em>Break Even Point</em> (BEP) untuk menilai kelayakan usaha pada skala produksi yang disetarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun <em>wine process</em> mampu dijual dengan harga jauh lebih premium, nilai tambah dan rasio nilai tambahnya (Rp34.900/kg; 13,96%) justru lebih rendah dibandingkan <em>natural process</em> (Rp58.497/kg; 40,3%), akibat rasio konversi bahan baku yang tinggi (9:1) dan biaya tenaga kerja fermentasi yang lebih besar. Dari sisi kelayakan usaha, kedua metode dinyatakan layak (R/C Ratio > 1), namun <em>natural process</em> lebih efisien (R/C 1,57) dan menghasilkan keuntungan absolut lebih tinggi dibandingkan <em>wine process</em> (R/C 1,12). Meskipun demikian, <em>wine process</em> tetap memiliki <em>Margin of Safety</em> yang aman (76,44%), sehingga berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui optimasi biaya bahan baku, tenaga kerja, dan peningkatan skala produksi.</p>Abdullah Ridho MurtadhoRetna Dewi LestariBimoseno Sepfrian
Copyright (c) 2026 Abdullah Ridho Murtadho, Retna Dewi Lestari, Bimoseno Sepfrian
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-08-242026-08-246214014910.51574/wanatani.v6i2.790Manajemen Pakan Alternatif dalam Upaya Meminimalkan Biaya Pakan pada Budidaya Domba di Setya Lembu Multifarm
https://pusdig.web.id/wanatani/article/view/805
<p>Biaya pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam usaha budidaya domba, sehingga peningkatan harga pakan konvensional secara terus-menerus berpotensi menekan keuntungan peternak, termasuk yang dialami oleh Setya Lembu Multifarm di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penggunaan pakan konvensional, mengkaji potensi pakan alternatif berbahan singkong dalam menekan biaya produksi, serta mengidentifikasi penerapan manajemen pengelolaan pakan alternatif di lokasi penelitian. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2026 menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode sensus terhadap 17 responden yang merupakan seluruh tenaga kerja Setya Lembu Multifarm. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan diskusi, kemudian dianalisis menggunakan perhitungan biaya pakan, Cost Comparison Analysis, serta pendekatan fungsi manajemen <em>Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling</em> (POAC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pakan konvensional mencapai Rp36.000.000 per bulan atau 66,06 persen dari total biaya produksi sebesar Rp54.500.000, sehingga tergolong kurang efisien dibandingkan proporsi umum sekitar 60 persen. Penerapan pakan alternatif dengan komposisi 60 persen konsentrat dan 40 persen singkong mampu menurunkan biaya pakan menjadi Rp26.900.000 per bulan, atau terjadi penghematan sebesar Rp9.100.000 (25,28 persen), sekaligus menurunkan total biaya produksi menjadi Rp45.400.000 per bulan. Analisis fungsi manajemen menunjukkan bahwa Setya Lembu Multifarm telah menerapkan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengarahan, dan pengawasan pakan alternatif secara terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan singkong sebagai pakan alternatif efektif dalam meningkatkan efisiensi biaya pakan tanpa mengorbankan fungsi pakan sebagai sumber energi bagi ternak.</p>Djarod Hari SetiawanRetna Dewi LestariSetyo Rahyunanto
Copyright (c) 2026 Djarod Hari Setiawan, Retna Dewi Lestari, Setyo Rahyunanto
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-09-102026-09-106215015710.51574/wanatani.v6i2.805