Pelaksanaan Perjanjian Appita’gala’ Butta (Gadai Tanah) di Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep Perspektif Fikih Muamalah
DOI:
https://doi.org/10.54065/BaytAl-Hikmah.587Kata Kunci:
Perjanjian, Appita’gala’ Butta, Fikih Muamalah, Gadai TanahAbstrak
Hasil tanah yang dikelola oleh pemilik tanah tersebut dapat mengumpulkan hasilnya untuk melunasi utang, dan agar meringankan pemilik tanah dalam melunasi hutangnya. Tujuan menganilisa pelaksanaan perjanjian appita’gala’ butta (gadai tanah) di Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep dalam perspektif fikih muamalah. Metode yang digunakan oleh peneliti ialah metode penelitian kualitatif, Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu jenis penelitian lapangan (field research). Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui secara obyektif suatu aktifitas dengan tujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Hasil penelitian gadai adalah transaksi pinjaman dan menyertakan barang jaminan, berpindahnya penguasaan barang jaminan untuk sementara dari pihak pemberi gadai kepada penerima gadai, sampai waktu yang ditentukan dapat melakukan pelunasan atas pinjaman yang dilakukan. Praktik gadai tanah dilakukan secaran lisan dengan saling percaya antara pemberi gadai dengan penerima gadai, manuketika terjadi sengketa diantara dua bela pihak apat diselesaikan secara kekeluargaan. Surat perjanjian gadai tanah secara tertulis di Kecamatan Pangkajene merupakan bukti kuat, apabila terjadi permasalahan yang tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan, permasalahan tersebut berlanjut sampai di ranah hukum, maka surat perjanjian gadai tanah yang disepakati kedua pihak dapat dijadikan bukti didalam persidangan. Ulama Malikiyah berpendapat bahwa barang jaminan tidak boleh memanfaatkan barang jaminan. Jenis pemanfaatan yang dilarang oleh ulama Syafi’iyah adalah pemanfaatan yang dapat mengurangi nilai barang jaminan tersebut. Mengenai gadai bersyarat maka dalam hal ini jika ditinjau menurut Wahbah az-Zuhaili hukumnya tidak sah karena pihak penggadai mengajukan syarat bahwa apabila utang yang ada telah jatuh tempo maka barang gadaian tidak boleh di jual oleh si penerima gadai. Barang jaminan gadai ulama berpendapat bahwa pemanfaatan barang jaminan oleh penerima gadai dilarang dalam ketentuan fikih muamalah. Yang menjadi jaminan dalam praktik gadai tanah adalah surat kepemilikan berupa sertifikat.
Referensi
Adhim, N., Triyono, T., & Alfriano, N. (2019). Implementasi kearifan lokal masyarakat Sumatera Barat dalam pelaksanaan gadai tanah. Diponegoro Private Law Review, 4(1).
Adil, M. A. G. (2022). Pelaksanaan Perjanjian Gadai Pada Perusahaan Pegadaian Pemerintah Dengan Perusahaan Pegadaian Swasta (Studi Pada Pt Pegadaian Dan PT Indonesia Gadai Oke Di Indonesia). Journal Law of Deli Sumatera, 2(1).
Aini, I. (2020). Analisis Pelaksanaan Gadai Tanah Pertanian Berdasarkan Undang-Undang No. 56 Prp Tahun 1960 Tentang Penetapan Luas Tanah Pertanian (Studi Kasus Di Kenagarian Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Pasaman). Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi, 6(1), 97-111. https://doi.org/10.24952/yurisprudentia.v6i1.2543
Ainulyaqin, M. H., Saiban, K., & Munir, M. (2023). Praktek gadai sawah di Kabupaten Bekasi dalam perspektif ekonomi Islam. Jurnal Ekonomi Syariah Pelita Bangsa, 8(01), 51-60. https://doi.org/10.37366/jespb.v8i01.258
Atikah, I., & Maimunah, M. (2021). Perlindungan Nasabah Ekonomi Syariah melalui Transaksi Gadai dalam Perspektif Fiqh Muamalah. Hukum Islam, 21(2), 236-255. http://dx.doi.org/10.24014/jhi.v21i2.10774
Dasopang, N. S. (2023). FENOMENA BOROH DI PADANGSIDIMPUAN DALAM PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH. Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Syariah, 2(3), 25-30. https://doi.org/10.55883/jiemas.v2i3.27
Fadllan, F. (2014). GADAI SYARIAH; Perspektif Fikih Muamalah dan Aplikasinya dalam Perbankan. IQTISHADIA Jurnal Ekonomi & Perbankan Syariah, 1(1), 30-41. https://doi.org/10.19105/iqtishadia.v1i1.364
Faridy, F. (2018). Pelaksanaan gadai tanah pertanian pada masyarakat pedesaan (Analisis yuridis UU nomor 56 PNRP 1960). Hakam: Jurnal Kajian Hukum Islam dan Hukum Ekonomi Islam, 2(1). https://doi.org/10.33650/jhi.v2i1.329
Hakim, D. A. (2025). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Gadai Sawah Di Pedesaan. Unisan Jurnal, 4(4), 10-17.
Hawariah, A., Anita, K., Dunia, J. P., & Shofiyyah, S. (2021). Praktik Gadai Tanah Sawah di Desa Alatengae Maros Sulawesi Selatan dalam Perspektif Syariat. BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam, 2(3), 472-487. https://doi.org/10.36701/bustanul.v2i3.410
Hidayani, S., & Pohan, M. N. (2020). Aspek Hukum terhadap Perjanjian Pinjam Emas dengan Jaminan Tanah Sawah dalam Masyarakat Pidie. Jurnal Mercatoria, 13(2), 204-215. https://doi.org/10.31289/mercatoria.v13i2.4241
Kurdi, K. A., Nawaw, M. K., & Sutisna, S. (2023). Analisis Mekanisme Penggunaan Akad Rahn Dalam Transaksi Gadai Tanah Perkebunan Kelapa Menurut Perspektif Islam: Studi Kasus Desa Pondok Panjang Kampung Mekarsari Lebak Banten. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 4(3), 675-690. https://doi.org/10.47467/elmal.v4i3.2024
Laga, F. X., Fallo, U. Y. A., Dacunha, A. R. K., & Rade, S. D. (2023). Perlindungan Hukum bagi Masyarakat Hukum Adat Adonara yang Melakukan Perjanjian Gadai Tanah (Gerang Ekan) Tanpa Perjanjian Tertulis. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(5). https://doi.org/10.5281/zenodo.10419503
Nurfahana, A., & Eficandra, E. (2023). Tinjauan Fikih Muamalah Terhadap Praktik Sewa Menyewa di Atas Tanah Gadai. JISRAH: Jurnal Integrasi Ilmu Syariah, 4(3), 339-349. http://dx.doi.org/10.31958/jisrah.v4i3.11739
Nurhabni, N. (2022). Pemanfaatan Gadai Boat Dalam Pandangan Fiqh Muamalah. Jurnal El-Thawalib, 3(4), 680-690. https://doi.org/10.24952/el-thawalib.v3i4.5944
Nuruddin, I., & Wahyuni, D. (2025). Analisis Wanprestasi Gadai Sawah Perspektif Fiqih Muamalah Kontenporer Di Desa Mekar Sari Kec. Sungkai Tengan Kab. Lampung Utara. Al-Hukmi: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Keluarga Islam, 6(1), 102-115.
Pulungan, M. T., & Muazzul, M. (2017). Tinjauan Hukum tentang Peralihan Hak Atas Tanah melalui Perjanjian Gadai di Bawah Tangan. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 4(2), 60-71. .https://doi.org/10.31289/jiph.v4i2.1959
Qatrunnada, H. M., Choiriyah, L., & Fitriani, N. (2018). Gadai dalam Perspektif KUHPerdata dan Hukum Islam. Maliyah: Jurnal Hukum Bisnis Islam, 8(2), 175-197. https://doi.org/10.15642/maliyah.2018.8.2.27-49
Rahmadani, P., Maulid, A. J., Awalia, N., Ramadhani, N., Nurfadillah, P. A., & Gau, A. T. (2024). Tinjauan Hukum Perjanjian Gadai Lahan Sawah Dengan Dua Pihak Pemegang Gadai di Kabupaten Wajo. Legal Journal of Law, 3(2), 50-58.
Ramadhona, A., & Khair, U. (2022). Pelaksanaan Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Gadai Deposito Berjangka Pada PT. BANK NAGARI. Ensiklopedia Education Review, 4(3), 209-219. https://doi.org/10.33559/eer.v4i3.1540
Surahman, S., Abidin, Z., & Haeran, H. (2021). Implementasi sistem gadai tanah kebun dalam perspektif hukum islam. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 7(3), 1524-1529.https://doi.org/10.29040/jiei.v7i3.3483






